Kronologi Tabrakan Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi

Kronologi tabrakan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur mulai menjadi sorotan tajam

Modernis.co, Jakarta – Kronologi tabrakan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur mulai menjadi sorotan tajam. Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam 27 April 2026.

Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir menuju Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuter Line jurusan Kampung Bandan sampai Cikarang. 

Peristiwa tersebut langsung bikin suasana panik dan jadi perhatian warga sekitar serta pengguna media sosial. Salah satunya tentang kronologi tabrakan kereta KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.

Penyebab Awal

Informasi awal menyebut kejadian bermula sekitar pukul 20.50 WIB saat sebuah taksi diduga bermasalah di perlintasan sebidang JPL 85 Bekasi Timur. Dugaan sementara, KRL berhenti di tengah perlintasan setelah mengalami insiden dengan sebuah taksi.

Dalam kondisi tersebut, rangkaian KRL yang melintas menabrak kendaraan itu hingga menyebabkan gangguan operasional di area stasiun.

Akibat insiden di perlintasan, KRL berhenti cukup lama di jalur emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Situasi ini diduga memengaruhi sistem perjalanan kereta di lokasi kejadian. 

Detik-detik Kecelakaan Maut

Tak lama setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur sama dari arah belakang diduga gak sempat melakukan pengereman maksimal dan akhirnya menghantam bagian belakang KRL.

Benturan keras terdengar hingga area sekitar stasiun. Sejumlah saksi menyebut suara tabrakan menyerupai ledakan dan diikuti kepulan asap tebal dari rangkaian kereta.

Penumpang di dalam gerbong langsung panik, sementara beberapa orang berusaha keluar menyelamatkan diri setelah benturan terjadi.

Akibat Tabrakan Kereta

Video detik detik tabrakan juga sempat viral di media sosial. Rekaman penumpang KA Argo Bromo Anggrek memperlihatkan suasana yang langsung tegang saat tabrakan terjadi.

Beberapa penumpang terlihat syok dan mencoba memastikan kondisi sekitar usai insiden. Setelah kejadian, petugas gabungan dari PT KAI, kepolisian, TNI, Basarnas, dan tenaga medis langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban. 

Petugas mengerahkan puluhan ambulans ke rumah sakit terdekat. Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Klarifikasi Pihak KAI

Pihak KAI meminta masyarakat menunggu hasil investigasi resmi dari KNKT dan aparat terkait. Petugas memeriksa kemungkinan adanya faktor teknis, gangguan sinyal, atau human error yang memicu kejadian tersebut.

Kecelakaan ini kembali memunculkan perhatian publik soal keselamatan perlintasan sebidang dan sistem operasional kereta di wilayah padat seperti Jabodetabek. 

PT KAI memastikan seluruh korban menjadi prioritas utama dalam proses penanganan pascakecelakaan. Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut.

Sementara itu, perjalanan kereta di lintas Bekasi Timur sempat mengalami gangguan besar akibat proses evakuasi dan investigasi yang masih berlangsung.

Hingga Selasa pagi, petugas masih melakukan pendataan lengkap terhadap korban luka maupun korban meninggal. 

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment